Hello world!

Posted Nopember 17, 2007 by kolomkanan
Categories: Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Baju Merah dan Biru

Posted Oktober 21, 2007 by kolomkanan
Categories: alas

PUASA memasuki hari pertama saja, aku sudah merengek pada Mama. Baju kebaya merah yag dipakai seorang artis di TV menitikkan selera. Aku sudah membayangkan memakainya di hari pertama lebaran. Aku akan melangkah pelan-pelan agar debu tidak mengenai ujung kebaya. Renda yang menyelimuti hampir seluruh kebaya itu indah. Berlekuk dan kadang melenggok kalau digerakkan. Sepulang shalat aku akan segera menggantinya dengan baju yang lain. Ia hanya akan kupakai untuk peristiwa-peristiwa penting saja.

Read the rest of this post »

DI MANA UANGMU KALIAN TARUH?

Posted Oktober 7, 2007 by kolomkanan
Categories: alas

BERITA gempa cukup menggemparkan pesanteren ramadhan yang sedang kuikuti. Apalagi mendengar kerusakan yang terjadi. Aku cukup sedih mendengar teman-teman di Bengkulu tidak bisa melakukan apa-apa selain berdiam diri di bawah tenda-tenda yang disedikaan. Begitu juga pelajar yang ada di Lunangsilaut, Pesisirselatan.

Read the rest of this post »

Aman, Ah

Posted September 30, 2007 by kolomkanan
Categories: alas

SUDAH dua kali, tidak, tiga kali Randy melakukannya padaku. Sekali dua bisa kumaafkan. Tiga? Entahlah. Aku juga tidak tahu kenapa aku masih mempercayainya. Mungkin itu hanya tiga kesalahan dari begitu banyak kebaikan yang dilakukannya. Aku juga tidak tahu.
Read the rest of this post »

Pembelaan Fio

Posted September 23, 2007 by kolomkanan
Categories: Uncategorized

FIO baru mengangkat takbir pertama. Siang yang panas itu sedikit menyejukkan setelah mengambil wuduk. Tangannya masih tergantung di udara. Ia membayangkan sesuatu. Masih menyekat dalam hatinya. Marah pada siapa, ia tak tahu. Tanya pada siapa, ia tak siap malu.
Read the rest of this post »

Mia Repot Sendiri

Posted September 16, 2007 by kolomkanan
Categories: alas

AH, pesantren lagi, rutuk Mia dalam hati. Bukan dibuat-buatnya. Yang jadi masalah bagainya adala pertama, kenapa pesantren? Kenapa tidak nama yang lain? Perguruan, misalnya? Kan lebih dekat dengan khasanah Minangkabau. Ia tanya pendapat Rio, anak berambut kriwil itu cuma menjawab, “Tidak bagianku, tidak bagianku.” Benar juga sih, tetangga Mia mulai lahir itu memang jago melukis. Tak ada perhatian lain yang ditujukan selain coret-coret di kertas.

Read the rest of this post »

Bermula dari Simpang Itu

Posted September 9, 2007 by kolomkanan
Categories: alas

DUA pekerjaan yang kubenci sebelum memasuki bulan puasa: Berkunjung ke makam. Sama tidak sukanya ketika teman-teman sudah nongkrong di depan rumah untuk pergi balimau, sehari sebelum puasa. Apa gunanya! teriakku dalam hati setiap akan memasuki bulan suci itu.

Read the rest of this post »

Harus Aku?

Posted September 8, 2007 by kolomkanan
Categories: alas

“KENAPA AKU?” tanya Meike kepada beberapa wajah yang berada di hadapannya. Wajah-wajah itu, sesaat, hanya saling berpandangan. Kemudian, wajah bulat mirip bayi menandang Meike, “Kami kira hanya kamu yang bisa menandinginya,” kata Kodri, pemilik wajah itu. “Kira…” ulang Meike, “Kenapa?”

Read the rest of this post »

Satu-satunya SMS pada Hari Itu

Posted Agustus 19, 2007 by kolomkanan
Categories: alas

Besok, besok, besok, ulang Tia tanpa sadar. Ia gelisah. Tekanan katanya cemas. Dalam pikirannya berkecamuk beberapa adegan. Saling berhimpitan. Nafasnya sedikit sesak karenanya.

Read the rest of this post »

Bertiga atau Berempat, Apa Salahnya?

Posted Agustus 12, 2007 by kolomkanan
Categories: alas

“Jangan!” teriak Diana tiba-tiba ketika aku akan jariku sudah berada di tombol on. Tanganku tertahan di kamera. “Jangan,” ulang Diana. Aku memandangnya. Dari jauh Ria, Agnes dan Dolli masih bergaya menunggu jepretanku.

Read the rest of this post »