Archive for September, 2007

Aman, Ah

September 30, 2007

SUDAH dua kali, tidak, tiga kali Randy melakukannya padaku. Sekali dua bisa kumaafkan. Tiga? Entahlah. Aku juga tidak tahu kenapa aku masih mempercayainya. Mungkin itu hanya tiga kesalahan dari begitu banyak kebaikan yang dilakukannya. Aku juga tidak tahu.

Pembelaan Fio

September 23, 2007

FIO baru mengangkat takbir pertama. Siang yang panas itu sedikit menyejukkan setelah mengambil wuduk. Tangannya masih tergantung di udara. Ia membayangkan sesuatu. Masih menyekat dalam hatinya. Marah pada siapa, ia tak tahu. Tanya pada siapa, ia tak siap malu.

Mia Repot Sendiri

September 16, 2007

AH, pesantren lagi, rutuk Mia dalam hati. Bukan dibuat-buatnya. Yang jadi masalah bagainya adala pertama, kenapa pesantren? Kenapa tidak nama yang lain? Perguruan, misalnya? Kan lebih dekat dengan khasanah Minangkabau. Ia tanya pendapat Rio, anak berambut kriwil itu cuma menjawab, “Tidak bagianku, tidak bagianku.” Benar juga sih, tetangga Mia mulai lahir itu memang jago melukis. [...]

Bermula dari Simpang Itu

September 9, 2007

DUA pekerjaan yang kubenci sebelum memasuki bulan puasa: Berkunjung ke makam. Sama tidak sukanya ketika teman-teman sudah nongkrong di depan rumah untuk pergi balimau, sehari sebelum puasa. Apa gunanya! teriakku dalam hati setiap akan memasuki bulan suci itu.

Harus Aku?

September 8, 2007

“KENAPA AKU?” tanya Meike kepada beberapa wajah yang berada di hadapannya. Wajah-wajah itu, sesaat, hanya saling berpandangan. Kemudian, wajah bulat mirip bayi menandang Meike, “Kami kira hanya kamu yang bisa menandinginya,” kata Kodri, pemilik wajah itu. “Kira…” ulang Meike, “Kenapa?”