Archive for the 'alas' Category

Baju Merah dan Biru

Oktober 21, 2007

PUASA memasuki hari pertama saja, aku sudah merengek pada Mama. Baju kebaya merah yag dipakai seorang artis di TV menitikkan selera. Aku sudah membayangkan memakainya di hari pertama lebaran. Aku akan melangkah pelan-pelan agar debu tidak mengenai ujung kebaya. Renda yang menyelimuti hampir seluruh kebaya itu indah. Berlekuk dan kadang melenggok kalau digerakkan. Sepulang shalat [...]

DI MANA UANGMU KALIAN TARUH?

Oktober 7, 2007

BERITA gempa cukup menggemparkan pesanteren ramadhan yang sedang kuikuti. Apalagi mendengar kerusakan yang terjadi. Aku cukup sedih mendengar teman-teman di Bengkulu tidak bisa melakukan apa-apa selain berdiam diri di bawah tenda-tenda yang disedikaan. Begitu juga pelajar yang ada di Lunangsilaut, Pesisirselatan.

Aman, Ah

September 30, 2007

SUDAH dua kali, tidak, tiga kali Randy melakukannya padaku. Sekali dua bisa kumaafkan. Tiga? Entahlah. Aku juga tidak tahu kenapa aku masih mempercayainya. Mungkin itu hanya tiga kesalahan dari begitu banyak kebaikan yang dilakukannya. Aku juga tidak tahu.

Mia Repot Sendiri

September 16, 2007

AH, pesantren lagi, rutuk Mia dalam hati. Bukan dibuat-buatnya. Yang jadi masalah bagainya adala pertama, kenapa pesantren? Kenapa tidak nama yang lain? Perguruan, misalnya? Kan lebih dekat dengan khasanah Minangkabau. Ia tanya pendapat Rio, anak berambut kriwil itu cuma menjawab, “Tidak bagianku, tidak bagianku.” Benar juga sih, tetangga Mia mulai lahir itu memang jago melukis. [...]

Bermula dari Simpang Itu

September 9, 2007

DUA pekerjaan yang kubenci sebelum memasuki bulan puasa: Berkunjung ke makam. Sama tidak sukanya ketika teman-teman sudah nongkrong di depan rumah untuk pergi balimau, sehari sebelum puasa. Apa gunanya! teriakku dalam hati setiap akan memasuki bulan suci itu.

Harus Aku?

September 8, 2007

“KENAPA AKU?” tanya Meike kepada beberapa wajah yang berada di hadapannya. Wajah-wajah itu, sesaat, hanya saling berpandangan. Kemudian, wajah bulat mirip bayi menandang Meike, “Kami kira hanya kamu yang bisa menandinginya,” kata Kodri, pemilik wajah itu. “Kira…” ulang Meike, “Kenapa?”

Satu-satunya SMS pada Hari Itu

Agustus 19, 2007

Besok, besok, besok, ulang Tia tanpa sadar. Ia gelisah. Tekanan katanya cemas. Dalam pikirannya berkecamuk beberapa adegan. Saling berhimpitan. Nafasnya sedikit sesak karenanya.

Bertiga atau Berempat, Apa Salahnya?

Agustus 12, 2007

“Jangan!” teriak Diana tiba-tiba ketika aku akan jariku sudah berada di tombol on. Tanganku tertahan di kamera. “Jangan,” ulang Diana. Aku memandangnya. Dari jauh Ria, Agnes dan Dolli masih bergaya menunggu jepretanku.

The K

Agustus 5, 2007

Rini sedang mengaduk-aduk isi tasnya. Tidak puas, ia mengeluarkannnya satu-persatu. Sesekali, ia melirik ke bawah atau ke laci meja. Sudah tiga kali ia melakukannya. Tiba-tiba, ia menghempaskan tasnya. Ia mengatupkan mata sesaat. Dua bulir air mata bergulir dari sudut matanya.

Ketika Lusi Menghilang

Juli 29, 2007

Aku kembali celingukan mencari Lusi. Sudah beberapa hari belakangan ini aku tidak menemukan wajah bangir itu setiap istirahat. Biasanya kami bertemu di kantin atau kafe sekolah. Jika berbeda tempat, hp-ku selalu bergetar lima menit sebelum istirahat. Dari pesan pendek yang dikirimnya kami selalu janjian.